Pakan Ayam dapat dibuat dari berbagai bahan pakan yang mempunyak kandungan nutrisi berbeda-beda. Selain harus memenuhi syarat kandungan nutrisinya, jika kita akan membuat pakan ayam sendiri juga harus memperhatikan kesesuaian bahan pakan dengan kemampuan ayam mengkonsumsinya. Sebagai contoh ayam  akan kesulitan mencerna bahan pakan ayam dari jerami misalnya.
Pakan ayam dibuat setelah kita mengetahui berbagai kandungan nutrisi bahan pakan. Berikut ini adalah kandungan nutrisi berbagai bahan pakan ayam :

No Bahan Pakan Energi Metabolis Protein Lemak Serat Kasar
(kkal/kg) (%) (%) (%)
1 Bekatul 1.630 12,9 13 11,4
2 Beras utuh 3.100 7,5 0,4 0,4
3 Beras pecah 2.990 8,7 - 9,8
4 Bungkil Kacang Kedelai 2.460 49 1,5 3,5
5 Bungkil Kacang Tanah 2.650 44,5 6,5 8
6 Bungkil Kelapa Sawit 1.340 16 1,5 15
7 Jagung Kuning 3.320 9 4 2
8 Kacang Hijau 2.650 23 1,5 6,5
9 Dedak Gandum 1.460 15,5 4 10
10 Tepung Ikan 2.930 59 9 -
11 Tepung Singkong 2.900 2,5 0,5 4
12 Sorghum 3.250 9,5 3 2,5

Demikianlah beberapa kandungan nutrisi bahan pakan sebagai pedoman untuk menyusun pakan ayam.

Kualitas Bahan Pakan ditentukan oleh kandungan nutrien atau komposisi kimianya. Berdasarkan sifat karekteristik fisik dan kimianya, serta penggunaan secara internasional, bahan pakan dibagi menjadi delapan kelas yaitu :

  1. Hijauan Kering dan Jerami. Kelas ini mengikutsertakan semua hijauan dan jerami yang dipotong. Serta produk lain yang mengandung serat kasar lebih dari 18% atau dinding sel lebih dari 35%. Hijuan kering (hay) dan jerami padi termasuk dalam kelas ini.
  2. Pastura, tanaman padangan dan hijauan segar. Semua hijauan yang dipotong atau tidak dan diberikan dalam keadaan segar. Contoh : rumput, legum (kacang-kacangan) dan rambanan (daun dari pohon perdu).
  3. Silase. Kelas ini menyebutkan silase hijauan (rumput, tanaman jagung) tetapi tidak termasuk silase ikan, bijian dan umbi.
  4. Sumber Energi. Termasuk dalam kelas ini adalah bahan pakan dengan kandungan serat kasar kurang dari 18% atau dinding sel kurang dari 35% dan protein kasar kurang dari 20%. Bijian dan hasil samping penggilingan termasuk dalam kelas ini.
  5. Sumber Protein. Kelas ini mengikutsertakan bahan pakan yang mengandung serat kasar kurang dari 18% atau dinding sel kurang dari 35% dan protein kasar 20% atau lebih. Contoh bahan pakan yang berasal dari hewan  dan ikan serta bungkil dan biji tanaman kacang-kacangan..
  6. Sumber Mineral. Kelas ini mengikursertakan semua bahan sumber mineral seperti batu kapur, phospat, tepung kerang dan lain-lain.
  7. Sumber Vitamin. Semua bahan pakan yang mengandung vitamin dalam jumlah cukup tinggi.
  8. Sumber Aditif. Bahan pakan tambahan biasanya biasanya berupa tambahan pakan unsur mikro essensial.